Selasa, 05 Oktober 2010

SRIGALA DAN BURUNG JENJANG

Suatu hari srigala yang sedang menikmati makan siangnya dibawah sebatang pohon, srigala itu kelihatan sangat lapar dan dia makan sangat rakus. Ketika makanannya hamper habis, tiba-tiba sepotong tulang menyangkut di tenggorokannya. Srigala it uterus mencoba untuk mengeluarkannya, tapi dia tidak berhasil.

Srigala itu hampir menangis karena putus asa, tak lama srigala teringat temannya si burung jenjang. “Burung jenjang mempunyai paruh panjang, aku yakin ia bisa membantuku mengeluarkan tulang ini dari tenggorokanku.”

Srigala memutuskan untuk menemui burung jenjang di rumahnya. Dalam perjalanannya ke rumah burung jenjang, srigala melihat burung jenjang sedang berdiri didekat sebuah sungai. Srigala menyapa burung jenjang dengan sopannya,” Selamat pagi burung jenjang, nyonya yang berparuh panjang.” Burung jenjang pun heran karena srigala sangat sopan dan bisa mengatakan selamat pagi padanya, burung jenjang itupun ketakutan dan segara terbang menjauh karena menyadari srigala bukanlah teman baik burung jenjang, selama ini semua keluarganya habis di mangsa oleh srigala. Tapi srigala menghalau terbang burung jenjang,” Hai burung jenjang! Jangan pergi dulu! Tolonglah aku! Aku betul-betul memerlukan bantuanmu karrena aku dalam kesulitan sekarang!”

“Baiklah srigala apa yang kamu inginkan, segera katakana dan biarkan aku terbang jauh meninggalkanmu.” Kata burung jenjang sambil berdiri jauh dari srigala.

“Oh maafkan perbuatanku dimasa lalu, ddan sekarang aku betul-betul membutuhkanmu, apabila kamu sudi menolongku akan kuberikan padamu hadiah istimewa.” Kata srigala memohon sambil menahan sakit. “Sudilah kamu mengeluarkan tulang dalam tenggorokkanku.”

“ Aku bukanlah dokter dan srigala adalah binatang yang akan berkhianat setelah diberikan pertolongan.” Jawab burung jenjang, dan bersiap-siap akan terbang. Dan srigala pun pergi meninggalkannya. Namun tiba-tiba timbul juga rasa iba di hati burung jenjang, “Baiklah aku akan mengeluarkan duri ditenggorokanmu.”

Srigala kemudian membuka lebar-lebar mulutnya dan dimasukkanlah kepala burung jenjang didalam mulut srigala…dan diambillah duri dalam tenggorokannya,” Legakah sekarang rasanya.” Kata srigala.

“ Apa hadiah yang kamu janjikan padaku,” Kata burung jenjang.

“ Pergilah kamu burung jenjang, terbang jauh-jauh dariku sebelum aku berubah pikiran menjadikanmu makan malamku, itulah hadiah istimewa dariku.” Kata srigala kepada burung jenjang.

Terbanglah burung jenjang dan terlepas dari terkaman srigala.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar