SEMUT PENGAWAL LEMBAH
“ Ketika pasukan itupun tiba di sarang semut pemimpin semut berteriak, masuklah kalian ke dalam sarang jangan sampai Sulaiman dan tentaranya menginjak hancur tubuh kita tanpa mereka sadari.” (QS. An-Naml [27] : 18).
Aku adalah seekor semut penjaga lembah, kerjaku mengawasi deretan semut dari atas agar menjadi peringatan untuk pasukan semut pekerja apabila ada mangsa yang mengancam.
Setiap semut mempunyai tugasnya masing-masing, dan kami pekerja yang disiplin dan tangguh, kami mencari makan dengan sangat susah, kami berbaris agar kami tidak tersesat dan hilang dari teman-teman kami. Kami juga pengambil keputusan yang cepat dan sangat berani, di padang yang sangat luas.
Dan suatu saat aku mendengar langkah pasukan Nabi Sulaiman, yang terdiri dari pasukan jin, burung, dan tentara manusia.”Wahai temanku masuklah kedalam lubang tanah agar tidak terinjak pasukan Nabi Sulaiman, mereka bukan saja dari golongan manusia, tapi juga jin dan burung.” Aku mengeluarkan bau khas seekor semut bila ada bahaya agar dari kejauhan teman-temanku menciumnya dan bergegas kembali kesarang.
Kemudian kulihat Nabi Sulaiman mendekatiku, seraya mengerti dengan perkataanku,” Tenanglah semut aku tidak akan menginjak lembah sarang tempatmu tinggal, pasukanku akan berbelok jauh dari rumahmu, aku adalah hamba Allah anak Nabi Daud. Allah mengajariku bahasa seluruh mahkluk hidup termasuk seluruh binatang.”
“Kamu adalah Nabi Sulaiman dan anak seorang Nabi Daud, berdoalah agar aku mendapat limpahan rahmat dari Allah.”Kata semut itu kepada Nabi Sulaiman.
“Aku tidak tahu harus berdoa apa untukmu, tapi apa yang kamu katakana sekarang ini akan tertulis di dalam kitab suci, dan menjadi doa-doa dalam shalat orang mukmin.” Nabi Sulaiman akhirnya memerintahkan seluruh pasukannya menyimgkir dari lembah semut.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar