BURUNG DARI TANAH PALESTINA
“Ingatlah, saat kau membentuk patung burung dari tanah lalu kau tiup ia dan dengan ijin-KU, ia berubah menjadi burung lalu terbang di angkasa.”(QS. Al-Maida [5] : 110).
Aku adalah burung dari butir-butir tanah yang sering dilewati oleh Maryam, perempuan yang taat beribadah, Maryam adalah perempuan paling suci di muka bumi ini, dan ahli ibadah. Maryam sang perawan diserahkan oleh keluarganya untuk beribadah di Masjid Al-Aqsa. Berkat kuasa Allah, Maryam menjadi wanita terpilih untuk menjadi ibu dari seorang Nabi. Malaikat jibril meniup udara, terjadilah mukzijat, Maryam mengandung berkat kuasa Allah.
Pada saat Maryam melahirkan anaknya, banyaklah terjadi desas-desus diantara kaum Yahudi. Saat Maryam duduk dibawah kurma terdengarlah suara dari bawahnya,”Janganlah engkau bersedih, Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. Goyanglah pangkal kurma itu, ia akan menjatuhkan buah kurma yang masak untukmu. Makanlah, minumlah, dan bersenang hatilah. Jika kau berpapasan dengan orang lain, katakanlah kau telah bernazar untuk puasa berbicara dan tidak akan berbicara dengan siapapun tentang kejadian ini.” Aku saksi dari semua ini, karena aku masih berupa butiran tanah pada saat itu, yang menyaksikan setiap perbuatan Maryam.
Aku memang seonggok tanah, suatu hari lewatlah seorang pengawal Hakim Herodus dari Romawi, dia seorang laki-laki cerdas yang menyelidiki, dia melihat seonggok tanah yang ditumbuhi bunga-bunga mawar kecil, anggur yang tumbuh subur, dan pohon kurma, dimana Maryam sering duduk dibawahnya, tersedia makan dan minum untuk Maryam di seonggok tanah yang subur, disanalah butiran tanah asalku.
Dan bagaimana anak Maryam dapat berbicara saat mulai dilahirkan, menunjukkan mujizat ke Nabi-annya sejak bayi.
Tahun demi tahun berlalu, Isa anak Maryam telah dewasa, Isa adalah manusia yang dating dengan kuasa Allah dengan berbagai mukjizat yang di milikinya, Isa mampu menghidupkan orang-orang mati, memberikan ribuan ikan dalam sekali waktu. Dan Isa menentang bahwa darah adalah roh dari makhluk hidup. Maka duduklah Isa ditanah dimana aku berada, diatasnya ditumbuhi bunga-bunga mawar kecil, diambillah aku dibuatnya aku berupa burung, dengan seijin Allah ditiupnya aku, maka dengan sekejap aku terbang berubah menjadi burung di angkasa, aku mampu berkicau bernyanyi bersama burung-burung yang lain, aku ingin bernyanyi di kaki Maryam, karena aku saksi keimanannya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar