KELINCI DAN BURUNG PIPIT
Burung pipit adalah burung yang sangat kecil, ia terkenal oleh teman-temannya tidak menyenangkan dan suka membicarakan keburukan binatang lain dan mengadu domba. Akibat perbuatan burung pipit banyak hewan yang berselisih hingga bertikai.
Suatu hari, burung pipit duduk diatas sebatang kayu sambil mengamati seekor kelinci yang sedang berbicara perlahan merencanakan sesuatu untuk dirinya sendiri. Kelinci berkata pada dirinya sendiri dan berbisik’” Aku akan melakukan sesuatu untuk membuat sang rubah marah.” Sang kelinci tidak menyadari suaranya terdengar oleh burung pipit.
Karena burung pipit kebetulan mendengar apa yang baru saja dikatakan kelinci, ia pun berkata’” Aku akan mengatakannya pada tuan rubah”.
Ketika itu kelinci pun memohon kepada burung pipit agar burung pipit tidak mengatakannya kepada sang rubah, namun burung pipit tersebut terus terbang untuk menemui sang rubah, tidak menghiraukan permohonan dari kelinci. Kelinci pun merasa gelisah.
Mendengar apa yang dikatakan burung pipit, rubah pun menjadi sangat marah, tanpa berfikir panjang sang rubah berusaha menemui sang kelinci, namun kelinci menyambutnya dengan senang hati dan sangat ramah.
“Hai kelinci jangan pura-pura ramah, bukankah ingin membunuhku, kata burung pipit .”
Kelincipun menjawab perkataan rubah,”Jangan masuk kerumahku, bukankah kamulah rubah yang ingin membakar rumahku, itu juga yang dikatakan burung pipit.”
Akhirnya pulanglah sang rubah untuk menemui burung pipit dengan marah, ditunggunya burung pipit sampai keluar dari sarangnya didalam lubang pohon. Loncatlah burung pipit diatas batu besar, dan bertanya pada rubah,” Ada apa rubah ?”
Rubah pun menjawab,” Berdirilah diatas kepalaku aku ingin dengar ceritamu, supaya aku mendengarnya lebih jelas.”
Terbanglah burung pipit dengan senang hati.
Rubah pun berkata lagi,” Terbanglah di mulutku supaya aku lebih mengerti”. Terbanglah burung pipit seperti yang diperintahkan sang rubah, dengan cepat sang rubah menutup rapat mulutnya dan terus melumatnya.”Berceritalah terus didalam perutku burung pipit.”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar