KURA-KURA DAN KELINCI
Di suatu pagi yang cerah, tampak seekor kura-kura berjalan dengan riangnya di sebuah taman. Ia bergumam pada dirinya sendiri, ‘andai aku punya teman bermain disini, tentunya membuat suasana semakin menyenangkan’.
Sebaliknya, apa yang terjadi kemudian, berbeda dengan apa yang dia bayangkan. Ketika dia bertemu seekor kelinci, kelinci mengejeknya dan menertawakannya. Meskipun demikian, kura-kura tetap tersenyum dan memberikan salam kepada kelinci. “Selamat pagi, tuan kelinci apa kabar?”
Kelinci itu tidak berkata apa-apa, tetapi tiba-tiba dia tertawa terbahak-bahak,” Aku tidak bisa menahan tawa ketika aku melihatmu tuan kura-kura!”
“Mengapa? Adakah sesuatu yang lucu denganku?” Tanya kura-kura.
“Kamu….kamu berjalan sangat lambat tuan kura-kura,” Jawab kelinci
Kura-kura sebenarnya marah, tetapi ia tetap tersenyum, lalu ia berjalan dan berkata,” Selamat tinggal tuan kelinci, sampai jumpa!”
“Tunggu tuan kura-kura, kemana kamu pergi ? Kamu pikir bisa pergi jauh dengan kakimu itu ?" Sahut kelinci.
“Mengapa kamu selalu mengejek dan memperolokku?” Tanya kura-kura.
Mendengar apa yang dikatakan kura-kura, sang kelinci tertawa lebih keras. “Bagaimana aku tidak akan pernah bisa berjalan secepat aku, kan? Tidakkah kamu tahu bahwa aku adalah binatang tercepat di hutan ini ?” kata kelinci.
“Meskipun begitu, itu belum berarti kamu akan menang bila kita adu lari.” Kata kura-kura.
“Apa, apa kamu yakin akan perkataanmu tuan kura-kura?” kata tuan kelinci.
“Ya, kamu lihat pohon di bukit seberang itu, kita berlomba siapa dahulu yang sampai kesana.” Kata kura-kura. Kelinci mennyetujuinya, dan satu….dua…tiga….mereka mulai berlomba….dan memang dengan cepatnya kura-kura tertinggal jauh oleh kelinci.
“Lebih baik aku istirahat dan berbaring dulu disini, setelah kura-kura sampai disini barulah aku melompat kembali.”kata tuan kelinci dalam hati. Kemudian istirahatlah kelinci dibawah pohon besar yang bertiup angin sepoi-sepoi, hingga tak sadar dilalui kura-kura dan telsh dating petang hari. “Astaga ! hari sudah gelap, dimana kura-kura ?” kata tuan kelinci.
Kemudian kelinci melihat keseberang bukit dan melihat kura-kura akan mendekati pohon diseberang bukit jauh disana. Dengan sekuat tenaga kelinci berlari sangat kencangnya, setelah kura-kura sampai dipohon itu, kelinci terlambat sampai disana. Dengan terengah-engah kelinci merasa malu, karena kelinci berlari sangat kencang maka kelinci kelelahan dan terguling-guling kebawah bukit dan mati.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar