HUD-HUD SI PENYELIDIK
“ Dan dia (Sulaiman) memeriksa burung-burung dan berkata ‘Mengapa aku tidak melihat Hud-Hud, apakah dia termasuk yang tidak hadir. Sungguh, aku benar-benar akan mengazabnya dengan keras, atau benar-benar menyembelihnya, kecuali dia dating dengan alas an yang terang’.” (QS. An-Naml [27] : 20-21).
Aku adalah burung Hud-Hud si penyelidik, burung yang dipercaya Nabi Sulaiman untuk mengintai kekuatan daerah yang akan di Islamkan, aku mempunyai anak buah dan sekretaris berupa burung-burung merpati penyampai pesan dan mencatat pesan dariku.
Aku menyelidiki daerah yang di pimpin oleh putrid cantik yang menyembah matahari, namanya Ratu Bilqis, kecantikannya termasyur juga kepemimpinannya yang tegas. Aku mempunyai tugas menyampaikan surat pada Ratu Bilqis untuk mengakui Keesaan Allah tuhan semesta alam. Isi suratnya seperti berikut,” Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyanyang, aku minta kepada Ratu Bilqis untuk takluk kepada Raja Kami Raja Sulaiman yang Agung, dan jangan merasa sombong untuk beriman kepada tuhan kami Allah.”
Ratu Bilqis membalas surat Nabi Sulaiman dengan hadiah, utusan Ratu Bilqis terkejut melihat Nabi Sulaiman duduk disinggasananya yang megah terbuat dari emas permata, disisi Nabi Sulaiman duduk seekor singa sungguhan.
Untuk membalas hadiah Ratu Bilqis, Nabi Sulaiman mengundang Ratu Bilqis untuk dating ke istana Nabi Sulaiman, Ratu Bilqis pun bersedia dating, dalam perjalanan ke Saba, singgasana Ratu Bilqis dalam sekejap mata dipindahkan oleh jin Ifrit, berhadapan dengan kerajaan Nabi Sulaiman.
“Apakah itu kerajaan dan singgasanamu?” Nabi Sulaiman bertanya pada Ratu Bilqis. Ratu Bilqis hanya mampu tersipu-tersipu atas kekuasaan Allah yang telah memberikan Nabi Sulaiman mukjizat yang memukau matanya.
Saat Ratu Bilqis memasuki kerajaan Nabi Sulaiman dijinjingnya bajunya hingga terlihat betisnya, karena lantai kerajaan Nabi Sulaiman yang terbuat dari kaca Kristal bening bagai air sungai di bawahnya, dan bertaburan berlian diseluruh ruangannya, sejak saat itu takluklah Ratu Bilqis dan menjadi Islam.
Aku adalah burung Nabi Sulaiman yang bernama Marhala, aku meminta hadiah pada Nabi Sulaiman, agar jasaku dalam menyebarkan Islam selalu diingat sampai akhir masa.
Dan Nabi Sulaiman menjawab,” Kenapa kau menjadi pongah burung Hud-Hud?”
“Aku tidak pongah Raja yang Agung, aku hanya ingin disebut bersama kebesaran namamu dalam penyebaran agama Islam.”Jawab burung Hud-Hud.
“Aku juga tidak tahu Marhala, tapi aku berdoa pada Tuhanku agar jasamu dan doamu dikabulkan Allah.”Itulah jawaban bijaksana dari Nabi Sulaiman.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar