AIR SUSU PEMBAWA BERKAH
“Unta betina milik Allah ini menjadi tanda bagimu, biarkanlah dia makan di bumi, janganlah kamu ganggu sedikitpun atau karenanya kamu akan ditimpa siksa yang pedih.” (QS. Al-A’raf [7] : 73).
Aku adalah unta Nabi Shaleh, yang lahir dari batu bukit untuk menunjukkan mukjizat Nabi Shaleh agar umatnya (Tsamud) beriman. Pada hari ketiga aku dilahirkan di bukit batu, aku pun melahirkan seekor anak dan air susuku melimpah, Penduduk Tsamud dengan ijin Nabi shaleh meminta susuku yang melimpah, dapat membuat kenyang seluruh penduduknya, bukan saja untuk dibuat minum namun penduduk Tsamud dapat membuat makanan dari susuku, dibuatnya mentega dan keju, susuku memang berlimpah.
Penduduk Tsamud telah berjanji untuk beriman dan tidak menggangguku, kalau mereka ingkar janji, maka terjadila azab untuk penduduk Tsamud. Orang-orang fakir sangat bersahabat pada ku, sedang orang-orang kafir tetap saja sombong dan berusaha mencari cara untuk menentang ke Nabi-an Nabi Shaleh, dianggapnya kelahiranku mempersempit ruang gerak mereka yang kafir kepada Allah karena pengikut mereka semakin berkurang.
Terjadilah rapat antara kepala suku penduduk Tsamut yang kafir, hingga mereka sepakat untuk menyembelihku. Mereka mulai menyebarkan minuman keras agar terjadi penentangan dimana-mana dan mengurangi rasa takut mereka kepada Nabi Alllah, Nabi Shaleh.
Aku selalu memuja Allah dan berlaku adil pada siapapun, seluruh penduduk boleh memanfaatkan air susuku tanpa terkecuali, kadang kusingkirkan anakku yang lagi menyusui untuk mendahulukan memenuhi kebutuhan penduduk Tsamud, dan malam itu, malaikat dating padaku membisikan kematianku, dan jihad yang akan kualami. Dengan ikhlas aku sambut kematianku. Pada malam kematianku, beberapa orang mabuk, dan seorang yang mabuk itu menyambar leherku dengan pedangnya, ingin kutuliskan kisahku dengan tinta di kitab suci, namun hanya darah jihad ku yang suci mengalir ke tanah Tsamud.
Allah pun memenuhi janjinya dan terjadilah azab atas pembunuhan terhadapku. “Sesungguhnya kami menimpakan atas mereka satu ledakan menggelegar, maka jadilah mereka seperti rumput-rumput kering yang dikumpulkan oleh pemilik kandang binatang.”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar