ANJING SETIA PENUNGGU GOA
Konsultan ide cerita : Muhammad Nuh Fathsyah.
Konsultan ide cerita : Muhammad Nuh Fathsyah.
“ Dan kamu mengira mereka itu bangun padahal mereka itu tidur, dan kami bali-balikan mereka ke kanan dank e kiri, sedang anjing mereka menjulurkan kedua lengannya di muka pintu goa. Dan, jika kamu menyaksikan mereka, tentulah kamu akan berpaling dari mereka dengan melarikan diri dan tentulah hati kamu akan dipenuhi dengan ketakutan pada mereka.”(QS.Al-Kahfi [18] : 18).
Aku seekor anjing yang ditinggal mati ibuku saat aku masih perlu menyusu untuk minum. Aku anjing yang dibasmi di kota tua ini, Kota Afsus. Aku menjadi kata-kata umpatan untuk perbuatan tercela ‘ANJING BIADAB KAU’. Padahal tak semua anjing itu musyrik, aku adalah anjing muslim yang setia kepada majikanku, seorang penggembala kambing.
Setiap malam tuanku keluar rumahnya untuk mengadakan pertemuan, karena orang-orang muslim akan dikejar dan dibunuh apabila diketahui ke muslimannya. Aku dengan setia menjaga majikanku, berjaga-jaga dari para penjaga kerajaan yang membenci orang muslim.
Pada suatu hari aku berjalan-jalan di sebuah kebun yang ada sebuah patung, bertemulah aku dengan anjing Ratu Priska, anjing itu menggonggongiku, agar aku tidak mengencingi patung yang dianggap dewa oleh penduduk tersebut.”Penjaga istana akan membunuhmu, apabila mengetahui dewa mereka kamu kencingi.”
“Mengapa mereka menyembah batu yang tidak mampu berbuat apapun.”Jawabku, namun anjing cantik yang lembut itu, anjing Ratu Priska menuntunku dan memberiku daging dari sisa makanannya.
Dan malam itu, tidak biasanya, para umat muslim pada lari mencari persembunyian, dan aku mengikuti tuanku mencari persembunyian. “Ayolah cepat kita pergi ke goa.” Kata tuanku dengan beberapa temannya dan seperti biasa aku mengikuti dan menjaga mereka dari kejaran pengawal kerajaan.
“Aku akan menjaga mereka ya Allah,”Kataku dalam hati.Didepan goa ini aku menjaga mereka, apabila ada yang mencurigakan aku akan menggonggong member peringatan bahaya, agar tuanku dan teman-temannya melarikan diri.
Kami serasa terbangun dari tidur yang sebentar, aku terbangun bersamaan dengan tuanku si gembala kambing dan teman-temannya, tapi kulihat mereka sangat mengerikan dan menakutkan, seluruh tubuhnya ditumbuhi rambut yang sangat panjang.” Sudah berapa tahun kita tertidur?” pertanyaan pertama tuanku kepada teman-temannya dan melihatku, anjing setia yang menunggui mereka di depan pintu goa.
Kami keluar ditengah kota dan seluruh kota pun ketakutan, dan ada yang bercerita pada kami bahwa raja yang zalim itu telah hancur bersama patung-patung dewa mereka,” Kalian telah tidur selama 309 tahun karena kerajaan yang kalian sebut, raja zalim itu telah hancur tak lama setelah pelarian kalian.”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar